hari selasa siang, wajahnya terlihat pasi. ia bilang mau ke uks untuk istirahat sejenak. saya khawatir dan langsung membopongnya ke uks. tak biasanya ia terlihat selemah ini. setibanya di uks, terasa dahinya panas, sepanas ceret di atas kompor. ia demam, tinggi sekali. astagfirullah. tapi dia tidak ingin pulang, nanti saja katanya. lalu ia tidur dengan meringkuk dengan selimut. saya sungguh khawatir. saya terpaksa meninggalkannya karena bel pergantian pelajaran telah berbunyi. dua jam kemudian, setelah pelajaran berakhir, saya segera ke uks. astagfirullah, panasnya tidak turun! yang saya rasakan, panasnya semakin menjadi-jadi. ketika pulang, ia bilang ingin ditemani makan, tapi ketika makanan yang kami pesan datang, ia tidak segera makan, ternyata ia tidak kuat mengangkat sendoknya. sudah terlalu lemas. akhirnya stelah makanan itu dibungkus, kita segera pulang. saya mengantarnya untuk mencari taksi. karna rumah kami beda arah, saya hanya menumpang taksi itu sampai pangkalan jati. ketika smpai rumah ia muntah-muntah. keesokan harinya saya dan teman2 menjenguk ke rumahnya. dia terlihat begitu lemah dan tidak berdaya. hari kamis malam ia cek darah di lab, ternyata ia terkena demam berdarah. trombositnya turun. saya khawatir, ketar-ketir. ya Allah. alhamdulillah ia segera dirawat di mitra internasional. tadi saya dan ibu saya menjenguknya, saya terkejut. dia masih terlihat sedikit pucat dan badannya yang agak mengurus. bibirnya pecah2 dan kering. tak tega saya melihatnya, saya ingin sekali tidak cepat2 pulang dan duduk disampingnya lalu menemani ia hingga sembuh. tapi saya tidak bisa. ibu saya tidak mengizinkan. sesampainya saya dirumah, ia mengabari saya bahwa trombositnya turun lagi. sekarang menjadi 79. ya Allah..
cepat sembuh ya man, semoga trombosit kamu cepat kembali seperti semula. aaaaamiin ya Allah. get well soon, cher.
yang meninggalkan jejak